Aku membuka mata dan tersenyum simpul. Huah, kenangan memang sering
tampak begitu menggoda untuk kita datangi lagi. Malah jika tidak
berhati-hati, kita bisa terperangkap selamanya disana.
Tapi, masa
lalu sudah tersimpan abadi, dengan segala keindahan dan kesedihannya.
Takkan ada seorang pun yang mampu mengusiknya lagi, jadi mengapa harus
kupikirkan? Ia sudah tersimpan aman dalam kotak kenangan.
Masa
kini pun, seberat apapun jika memang terasa sulit, seindah apa pun jika
memang terasa manis, toh akan segera aku tinggalkanseiring dengan sore
menjelang.
Masa depanlah tempat kita berada. Detik demi detik yang kita lalui adalah sedang menuju perjalanan menuju masa depan tersebut…
Jadi, lebih baik sekarang sibuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan..
Jangan terlalu berkutat dengan masa lalu dan terlalu asyik menikmati masa sekarang.
Jika saat ini kita sedang jatuh, bangkitlah.
JIka saat ini kita sedang dipuncak, jangan terlena.
Karena,
masa lalu sudah terpahat abadi, masa kini hanya sejenak dan sudah
segera kita tinggalkan. Masa depanlah tempat kita melanjutkan hidup…
Seperti
kata Albert Einsten, ‘hidup seperti orang naik sepeda, harus terus
bergerak maju. Jika kita berhenti, kita akan terjatuh’
Seperti
yang dicontohkan oleh alam semesta, mereka terus bergerak, terus
berputar. Bumi pada porosnya, bulan pada bumi, planet pada matahari,
matahari pada pusat galaksi, begitu seterusnya. Terus bergerak jangan
pernah berhenti…
Jangan pernah berhenti teman, atau kita akan terjatuh.
-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar