RSS Subscribe

tempat anak gaul download gratisan

Biodata

Nama : Puguh Arief Surakhman Status : Mahasiswa Pendidikan Matematika Alamat : Pemalang

Header-Text-Box-Right

Selasa, 10 Agustus 2010

Rokok Electric

Rokok Electric adalah sebuah alat elektronik yang berbentuk layaknya rokok pada umumnya, dan bila dihisap akan mengeluarkan asap dan rasa yang tidak berbeda dengan rokok biasa.
Rokok Electric menggunakan keping pintar/cerdas dan sensor aerodinamis untuk mengendalikan asap yang dihasilkan. Terdapat pemanas air yang kecil dan cairan perasa rokok didalam Refill (Isi Ulang) atau Filter Rokok Electric.

Pada Rokok Electric, terdapat cairan berberat jenis rendah yang digunakan untuk memproduksi aroma dan uap melalui transmisi penyalur super mikro yang berbentuk saluran-saluran kecil berongga. Cairan tersebut diatomisasi sehinga menjadi butiran asap berukuran 0.3-1.2um.


Pada rokok biasa, nikotin yang terkandung di dalamnya adalah sebesar 1.1mg/pcs. Sehingga tiap pak rokok biasa mengandung 1.1mg x 20 batang = 22mg nikotin. Sedangkan Rokok Electric memberikan kuota penghirupan lebih dari 300 kali yang setara dengan satu pak rokok biasa. Kepadatan yang tertinggi adalah 6mg.
Rokok Electric tetap Mengandung Nikotin yang bebahaya bagi kesehatan, namun jauh lebih rendah dibandingkan dengan rokok biasa. Telah diteliti, tidak mengandung TAR, tidak menyebabkan kecanduan, bahkan dapat mengurangi kecanduan merokok (hasil bervariasi).

Minggu, 08 Agustus 2010

Bagaimana Kita Memperlakukan Orang Tua Kita

Dahulu kala, ada sebuah pohon apel besar. Seorang anak kecil suka datang dan bermain-main setiap hari. Dia senang naik ke atas pohon, makan apel, tidur sejenak di bawah bayang-bayang pohon apel. Ia mencintai pohon apel iu dan pohon itu senang bermain dengan dia. Waktu berlalu. Anak kecil itu sudah dewasa dan dia berhari-hari tidak lagi bermain di sekitar pohon. Suatu hari anak itu datang kembali ke pohon dan ia tampak sedih. "Ayo bermain dengan saya," pinta pohon apel itu. Aku bukan lagi seorang anak, saya tidak 'bermain di sekitar pohon lagi. "Anak itu menjawab," Aku ingin mainan. Aku butuh uang untuk membelinya. "" Maaf, tapi saya tidak punya uang, tapi Anda bisa mengambil buah apel saya dan menjualnya. Maka Anda akan punya uang. "Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua apel di pohon dan pergi dengan gembira. Anak itu tidak pernah kembali setelah ia mengambil buah apel. Pohon itu sedih. Suatu hari anak itu kembali dan pohon itu sangat senang. "Ayo bermain-main dengan saya" kata pohon apel. Saya tidak punya waktu untuk bermain. Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Dapatkah Anda membantu saya? "Maaf tapi aku tidak punya rumah. Tetapi Anda dapat memotong cabang-cabang saya untuk membangun rumahmu." Lalu, anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting dari pohon dan pergi dengan gembira. Pohon itu senang melihatnya bahagia, tapi anak itu tidak pernah kembali sejak saat itu. Pohon itu kesepian dan sedih. Suatu hari di musim panas, anak itu kembali dan pohon itu begitu gembira. "Ayo bermain-main dengan saya!" kata pohon. "Saya sangat sedih dan mulai tua. Saya ingin pergi berlayar untuk bersantai dengan diriku sendiri. Dapatkah kau memberiku perahu?"
"Gunakan batang pohonku untuk membangun perahu. Anda dapat berlayar jauh dan menjadi bahagia." Lalu anak itu memotong batang pohon untuk membuat perahu. Dia pergi berlayar dan tak pernah muncul untuk waktu yang sangat panjang. Akhirnya, anak itu kembali setelah ia pergi selama bertahun-tahun. "Maaf, anakku, tapi aku tidak punya apa-apa untuk Anda lagi. Tidak ada lagi apel untuk ananda. ..." kata pohon "..... " Saya tidak punya gigi untuk menggigit "jawab anak itu." " Tidak ada lagi batang bagi Anda untuk memanjat" . "Saya terlalu tua untuk itu sekarang" kata anak itu." "Saya benar-benar tak bisa memberikan apa-apa ..... satu-satunya yang tersisa adalah akar sekarat" kata pohon apel dengan air mata. "Aku tidak membutuhkan banyak sekarang, hanya sebuah tempat untuk beristirahat. Saya lelah setelah sekian tahun." Anak itu menjawab. "Bagus! Akar Pohon Tua adalah tempat terbaik untuk bersandar dan beristirahat di situ." "Ayo, ayo duduk bersama saya dan istirahat" Anak itu duduk dan pohon itu sangat gembira dan tersenyum dengan air mata. ......................................................................................................................
Ini adalah cerita untuk semua orang. Pohon adalah orang tua kita. Ketika kita masih muda, kita senang bermain dengan Ibu dan Ayah ... Ketika kita tumbuh dewasa, kita meninggalkan mereka ... hanya datang kepada mereka ketika kita memerlukan sesuatu atau ketika kita berada dalam kesulitan. Tidak peduli apa pun, orang tua akan selalu berada di sana dan memberikan segala sesuatu yang mereka bisa untuk membuat Anda bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak laki-laki itu kejam kepada pohon tapi itu adalah bagaimana kita semua memperlakukan orang tua kita.

Jumat, 06 Agustus 2010

Kenangan

Aku membuka mata dan tersenyum simpul. Huah, kenangan memang sering tampak begitu menggoda untuk kita datangi lagi. Malah jika tidak berhati-hati, kita bisa terperangkap selamanya disana.

Tapi, masa lalu sudah tersimpan abadi, dengan segala keindahan dan kesedihannya. Takkan ada seorang pun yang mampu mengusiknya lagi, jadi mengapa harus kupikirkan? Ia sudah tersimpan aman dalam kotak kenangan.

Masa kini pun, seberat apapun jika memang terasa sulit, seindah apa pun jika memang terasa manis, toh akan segera aku tinggalkanseiring dengan sore menjelang.

Masa depanlah tempat kita berada. Detik demi detik yang kita lalui adalah sedang menuju perjalanan menuju masa depan tersebut…

Jadi, lebih baik sekarang sibuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan..

Jangan terlalu berkutat dengan masa lalu dan terlalu asyik menikmati masa sekarang.

Jika saat ini kita sedang jatuh, bangkitlah.

JIka saat ini kita sedang dipuncak, jangan terlena.

Karena, masa lalu sudah terpahat abadi, masa kini hanya sejenak dan sudah segera kita tinggalkan. Masa depanlah tempat kita melanjutkan hidup…

Seperti kata Albert Einsten, ‘hidup seperti orang naik sepeda, harus terus bergerak maju. Jika kita berhenti, kita akan terjatuh’

Seperti yang dicontohkan oleh alam semesta, mereka terus bergerak, terus berputar. Bumi pada porosnya, bulan pada bumi, planet pada matahari, matahari pada pusat galaksi, begitu seterusnya. Terus bergerak jangan pernah berhenti…

Jangan pernah berhenti teman, atau kita akan terjatuh.
 

FlickrRSS

Footer